html hit counter

Empat Cara Mencegah Cacingan Pada Bayi

EMPAT CARA MENCEGAH CACINGAN PADA BAYI

Umur balita (bayi lima tahun) merupakan salah satu umur yang paling rentan dengan berbagai macam penyakit. Sebab saat itulah, sang buah hati kita mencoba mengenal berbagai kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Termasuk juga mainan yang kita berikan padanya. Sang bayi akan mencoba berbagai jenis mainan baru yang membuatnya penasaran, termasuk tanah.

Seperti yang kita ketahui bahwa tanah merupakan salah satu sumber bakteri, kuman dan bahkan habitat hidupnya cacing. Dan tidak dapat dipungkiri bila di dalam tanah tersebut terkandung telur cacing yang tidak kasat mata lantaran ukurannya yang sangat kecil. Telur-telur cacing tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui tangan si kecil yang tanpa sepengetahuan kita dimasukkan olehnya begitu saja tanpa mencuci tangan sebelumnya. Dan parahnya lagi, bukan hanya balita, bayi pun juga memiliki peluang yang sama untuk terkena cacingan. Dan jika hal ini tidak diwaspadai sejak dini, maka besar kemungkinan sang buah hati kita terkena berbagai dampak negatif yang membahayakan tubuhnya serta membuat kecerdasan mentalnya menurun. Wah Seram juga ya bunda ?

Oleh sebab itu, mencegah terjadinya cacingan merupakan hal yang terbaik yang harus dilakukan oleh para orangtua daripada mengobatinya. Untuk para orangtua yang ingin tahu bagaimana mengenali gejala cacingan, Ibu bisa membaca tulisan berikut ini, dan semoga tulisan berikut bermanfaat untuk para orangtua.

Nah, sekarang bagaimanakah cara paling efektif untuk mencegah terjadinya cacingan pada bayi? Berikut ini ada empat cara mencegah cacingan pada bayi :

1. Membiasakan Sang Bayi Untuk Menjaga Kebersihan Bayi Serta Diri Sendiri

Salah satu poin terpenting yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya cacingan pada sang bayi adalah dengan menjaga kebersihan bayi Anda dan diri Anda sendiri. Caranya cukup mudah bunda, Anda harus benar-benar memastikan perlengkapan dan peralatan bayi Anda selalu dalam kondisi bersih. Apabila memang Anda terburu-buru menggunakannya, maka pastikan bila Anda telah membersihkannya terlebih dahulu bunda. Anda pun juga harus memastikan bila peralatan yang Anda gunakan untuk memberikan ASI dan MPASI juga sudah berada dalam kondisi bersih dan juga steril.

2. Pastikan Mainan Bayi Anda Dalam Kondisi Bersih

Bukan hanya peralatan dan perlengkapan bayi saja, Anda pun juga harus memastikan jika benda dan alat permainan yang kerap bayi Anda gunakan sehari-hari selalu dalam kondisi bersih. Apabila memang sang bayi telah memasuki fase oral, maka Anda harus meningkatkan perhatian sang bayi Anda padanya, sebab hal tersebut akan memperbesar peluang masuknya bakteri dan kuman ke dalam tubuh yang dapat mengganggu pencernaannya.

3. Perhatikan Kebersihan Kuku Bayi

Hal ini merupakan poin terpenting lainnya karena dapat memperbesar peluang masuknya kuman ke dalam tubuh bayi, terutama saat bayi Anda mulai sering memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut. Perhatikan secara berkala bagaimana kondisi kuku abyi, jika memang kukunya sudah mulai kotor atau panjang, carilah waktu paling tepat untuk memotong dan membersihkannya.

4. Perhatikan Asupan Gizinya

Bunda juga harus memperhatikan betul mengenai asupan makanan dan minuman yang Anda berikan padanya. Ada baiknya bila Anda memilih untuk mengolah makanan untuknya di rumah Anda sendiri. Namun bila memang bayi Anda masih harus meminum ASI tanpa memiliki makanan pendamping ASI, maka biasakan sang bayi untuk menjaga kualitas makanan yang Anda konsumsi untuk meningkatkan kualitas ASI.

Written by : Aprillia Romerto