html hit counter

Kaos Muslim Dhikr Untuk Keluarga Muslim Sakinah

jpeg family    jpeg family

Assalamuálaikum wr.wb.

Alhamdulillah, kali ini dhikr dapat kembali menyapa sahabat dhikr. Kesempatan ini dhikr akan berbagi tips buat ayah dan bunda untuk mengajak buah hati nya mampu berfikir kritis. Berpikir kritis bukanlah kebiasaan dan kemampuan yang bisa muncul secara tiba-tiba. Anak (dan kita) perlu berlatih untuk memikirkan alasan pada hal-hal yang kita temui sehari-hari. Mau tahu bagaimana caranya?   Oke, kita beri tips ini buat sahabat kaos muslim dhikr:

  1. Berikan alasan yang logis pada anak ketika kita meminta dia melakukan sesuatu.
  2. Fasilitasi anak untuk bertanya.
    Anak sering kali bertanya bermacam-macam mengenai banyak hal dan yang perlu di perhatikan untk seorang ibu dan ayah kepada anaknya, janganlah seskali menjawab pertanyaan anaknya seperti  “soalnya udah dari dulu begitu” atau “nanti aja kamu masih kecil jangan tanya-tanya””. Kenapa? Karena hal tersebut akan membuat anak malas berfikir kritis.
  1. Pancing anak untuk mencari jawaban atau solusi alternatif terhadap pertanyaan-pertanyaan mereka.
    Ketika anak melihat temannya menangis atau berkelahi, coba tanyakan kepada anak kita, kira-kira ia akan melakukan apa jika menjadi teman yang menangis?
  1. Ajak anak berandai-andai.
    Kalau kita punya kebiasaan membaca buku cerita untuk anak, cobalah untuk tidak langsung memberitahukan akhir cerita begitu saja. Tapi coba ajak anak berandai-andai, kira-kira akhirnya si tokoh akan melakukan apa ya? Caranya bagaimana ya?
  1. Libatkan anak pada diskusi-diskusi keluarga.
    Mempertimbangkan ingin liburan kemana? Coba libatkan anak dalam diskusi. Anak bisa mengusulkan tempat liburan, dan beserta alasan mengapa ia ingin liburan ke tempat tersebut.
  1. Biasakan anak untuk memberi penjelasan terhadap sesuatu.
    Mengapa ia suka bermain dengan teman tertentu? Mengapa ia suka dengan makanan tertentu? Dengan meminta anak menjelaskan, anak akan terlatih untuk berpikir mengenai alasan.
  1. Ketika anak bercerita, kita dapat bertanya dengan menggunakan metode What, When, Who, Why, How.
    Dengan demikian, struktur cerita anak akan lebih jelas, dan anak akan terbiasa berpikir lebih runut.
  1. Jangan membatasi berpikir kritis hanya untuk pelajaran sekolah.
    Berpikir kritis adalah keterampilan untuk hidup. Oleh karena itu, semakin banyak dilatih pada situasi sehari-hari akan membantu anak untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah yang lebih baik.

Semoga tips yang di beri oleh dhikr dapat bermanfaat bagi keluarga muslim dhikr. Dapat mengajak anak berfikir yang kritis disetiap kehidupannya. Aamiin…

Wassalamuálaikum wr.wb.